Kendalikan Kadar Gula Darah dengan Stevia

Meski asupan gula dikurangi, Anda masih bisa menikmati makanan atau minuman manis. Caranya, tukar gula dengan pemanis alami seperti stevia yang hampir tidak mengandung kalori.

Stevia berasal dari ekstrak daun tanaman Stevia rebaudiana. Tanaman ini mengandung bahan pemanis steviol glikosida, merupakan hasil olahan dari daunnya, yang sudah digunakan sebagai pemanis selama bertahun-tahun di Amerika Selatan dan Asia. Rasanya, 200 sampai 300 kali lebih manis dari pada gula biasa. Bisa dibilang, sejumput kecil bubuk stevia setara dengan sekitar satu sendok teh gula pasir.

Kendalikan Kadar Gula Darah dengan Stevia - Alodokter

Meski manisnya berkali-kali lipat, stevia hampir tidak mengandung kalori. Saat dikonsumsi, stevia akan dipecah menjadi steviol dan diserap oleh tubuh. Namun tubuh tidak akan menyimpan steviol, melainkan membuangnya dengan cepat dalam bentuk air seni dan kotoran.

Stevia dan Diabetes

Jika Anda menderita diabetes, jangan khawatir. Stevia diduga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Menurut penelitian terhadap 12 pasien diabetes dan 19 orang sehat, ditemukan bahwa stevia diduga mampu menurunkan kadar glukosa dan insulin secara signifikan. Dan meski kandungan kalorinya rendah, stevia tetap bisa membuat kita merasa kenyang serta puas setelah makan.

Beberapa penelitian lain pun menunjukkan, mengonsumsi 1000 mg ekstrak daun stevia yang mengandung kadar steviosid sebanyak 91{97eedb18bcef765cfd5ae1f5706881693b751538d89d413bc1acefc35aca0452} setiap hari diduga dapat mengurangi kadar gula darah setelah makan sebesar 18{97eedb18bcef765cfd5ae1f5706881693b751538d89d413bc1acefc35aca0452} pada penderita diabetes tipe 2.

Meski penelitian akan kegunaan stevia dalam mengontrol gula darah masih membutuhkan bukti dan studi lebih lanjut, namun stevia juga diduga memiliki sifat antioksidan dan antidiabetes, sehingga mampu melawan radikal bebas, meningkatkan toleransi glukosa secara signifikan, meningkatkan produksi dan kerja insulin, menstabilkan kadar gula darah, dan menurunkan risiko komplikasi pada penderita diabetes tipe 2.

Penggunaan Stevia

Stevia bisa menjadi pengganti gula pasir dan dicampurkan ke dalam kopi, teh, air limun, jus, smoothie, atau yogurt tanpa rasa. Selain itu, stevia juga bisa digunakan untuk membuat kue atau kukis, hanya saja kemungkinan akan meninggalkan sensasi rasa getir setelah dikonsumsi.

Namun meski alami, jangan sembarangan apalagi berlebihan dalam mengonsumsi stevia. Disarankan untuk mengonsumsi stevia sebanyak 4 mg/kg berat badan. Artinya, kalau berat badan Anda 50 kg, jangan sampai mengonsumsi stevia lebih dari 200 mg per hari. Perhatikan pula asupan gula dari makanan atau minuman lain yang tidak mengandung stevia.

Gula memang sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi utama. Tapi, terlalu banyak gula justru tidak baik bagi kesehatan dan dapat menimbulkan berbagai penyakit, salah satunya diabetes. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengurangi dan membatasi konsumsi gula sehari-hari untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa dalam darah. Hal tersebut berlaku untuk siapa saja, terutama bagi penderita penyakit diabetes.

Dalam mengendalikan kadar gula darah, perhatikan dari berbagai aspek yang memengaruhinya, disarankan untuk selalu menjaga pola hidup yang sehat dengan menjaga asupan bernutrisi secara seimbang, mengendalikan konsumsi gula harian, cukupi kebutuhan istirahat dan cairan tubuh, serta berolahragalah secara rutin dan teratur. Ingat, penggunaan stevia mungkin bisa membantu sebagai pengganti gula biasa, namun bukan berarti dapat menggantikan obat yang diberikan oleh dokter. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai penggunaan stevia, serta nutrisi dan pengobatan Anda.

Cara Mengendalikan Gula Darah untuk Hidup yang Lebih Sehat

Diabetes termasuk penyakit gangguan metabolisme yang menyebabkan kadar gula darah dalam tubuh menjadi terlalu tinggi. Namun, dengan rutin menjalani pengobatan sambil menerapkan cara hidup sehat, gula darah bisa dikontrol.

Gaya hidup dan kesehatan tubuh biasanya menjadi pokok perhatian bagi penderita diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2. Dengan menerapkan cara hidup sehat, Anda masih bisa beraktivitas dan menjalani hidup secara normal dan produktif.

Cara Mengendalikan Gula Darah untuk Hidup yang Lebih Sehat - Alodokter

Beragam Cara Mengendalikan Gula Darah

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam mengendalikan gula darah dan diabetes, yaitu:

  • Makan sehat
    Apa yang Anda makan dapat memengaruhi kadar gula darah. Oleh karena itu, menjaga asupan makan sangat penting bagi penderita diabetes. Dianjurkan untuk mengonsumsi banyak sayuran, buah, sumber serat yang cukup, ikan, dan mengurangi makanan mengandung gula tinggi, daging olahan, makanan olahan, serta makanan olahan yang asin.Jangan lupa untuk turut mengonsumsi biji-bijian utuh dan susu atau daging tanpa lemak serta hindari minuman dengan pemanis tambahan. Pelajari pula bagaimana menghitung ukuran dan porsi karbohidrat. Yang paling penting, jangan melupakan obat yang diberikan dokter untuk mengontrol gula darah Anda.
  • Olahraga
    Olahraga merupakan bagian penting dalam mengelola diabetes serta cara hidup sehat yang mudah. Ketika berolahraga, otot-otot menggunakan gula (glukosa) untuk mendapatkan energi. Tubuh pun menggunakan insulin dengan lebih efisien. Hasilnya, tingkat gula darah akan turun.Disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan olahraga apa yang cocok dan berapa lama waktunya. Periksa juga kadar gula darah Anda sebelum dan sesudah olahraga.
  • Rutin check up
    Disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin setidaknya setiap enam bulan sekali, mencakup pemeriksaan penyakit jantung, pengukuran kadar kolesterol dan tekanan darah, juga pemeriksaan fisik lainnya seperti mata, gigi, dan kaki.
  • Kurangi stres
    Stres dinilai dapat membuat kadar gula darah naik, hal itu karena hormon yang dihasilkan dalam tubuh saat stres dapat mencegah insulin bekerja dengan baik.Hindari stres dengan memperbanyak kegiatan yang Anda senangi, seperti membaca buku, jalan-jalan, atau mendengarkan musik, untuk membantu mengurangi stres. Selain itu, lakukan berbagai teknik relaksasi dan cukupi istirahat.
  • Berhenti merokok
    Merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi diabetes, seperti penyakit jantung, mata, stroke, ginjal, pembuluh darah, dan kerusakan saraf. Seorang penderita diabetes yang merokok dinilai lebih mungkin meninggal karena penyakit kardiovaskular dibandingkan yang tidak merokok. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapat saran mengenai cara berhenti merokok yang tepat.

Selain itu, batasi asupan alkohol karena dapat memengaruhi peningkatan gula darah, tergantung pada seberapa banyak yang Anda minum. Jika tetap ingin minum alkohol, disarankan untuk tidak minum lebih dari satu gelas. Hitung konsumsi alkohol sebagai asupan karbohidrat yang harus dibatasi setiap hari. Selain itu, penting untuk memeriksa kadar gula darah sebelum tidur.

Ada beragam cara melakukan cara hidup sehat guna mengontrol gula darah. Jangan segan untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

Makanan Penurun Gula Darah Ternyata Mudah Didapat

Sebenarnya makanan penurun gula darah ada di sekitar kita. Misalnya, bawang putih, kayu manis, dan avokad. Cara kerja makanan-makanan ini dalam menurunkan gula darah pun berbeda-beda. Ada yang bersifat menurunkan resistensi insulin, meningkatkan jumlah insulin, dan ada yang langsung mengurangi kadar gula darah saat puasa.

Pada intinya, Anda yang mengidap diabetes tetap dapat hidup sehat dengan menjaga kondisi gula darah normal berkat mengontrol asupan makanan. Selain itu, menentukan jenis-jenis makanan yang dikonsumsi dengan tepat dapat mencegah Anda dari lapar dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Makanan Penurun Gula Darah Ternyata Mudah Didapat - Alodokter

Diabetes adalah kondisi tubuh yang mana kadar gula dalam darah melebihi batas normal. Makanan yang mengandung karbohidrat tinggi dapat memicu naiknya kadar gula darah tersebut, contohnya adalah nasi putih, dan pasta. Termasuk juga makanan yang berbahan dasar tepung, seperti roti. Jangan keliru, bahkan susu, buah-buahan tertentu, dan hidangan penutup bisa mengandung karbohidrat tinggi.

Makanan yang Dapat Membantu Menurunkan Kadar Gula Darah

Ada beberapa makanan penurun gula darah yang dapat Anda konsumsi sebagai upaya mengurangi kadar gula. Makanan-makanan tersebut adalah:

Ceri

Buah ceri kaya akan zat anthocyanin. Hal ini juga berhubungan dengan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Jika sensitivitas tubuh terhadap insulin menurun, hormon tersebut tidak dapat bekerja dengan baik dalam mengontrol gula darah. Penelitian telah membuktikan bahwa wanita yang rutin mengonsumsi anthocyanin, tingkat sensitivitas tubuh terhadap insulin menjadi lebih tinggi.

Avokad

Manfaat avokad bisa menjadi salah satu pilihan makanan penurun gula darah. Buah yang satu ini dapat menurunkan risiko sindrom metabolik, kumpulan beberapa beberapa penyakit di mana salah satunya adalah diabetes. Hal ini sudah dibuktikan melalui penelitian. Satu hal lagi, jika Anda berencana menurunkan kadar gula dalam darah, jangan lupakan asam lemak tak jenuh tunggal yang terkandung dalam banyak makanan termasuk avokad.

Kombinasi makanan berjenis karbohidrat dengan asam lemak tak jenuh tunggal dapat membantu memperbaiki kadar gula dalam darah serta meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Sebab, sensitivitas tubuh terhadap insulin yang menurun adalah salah satu tanda-tanda menuju diabetes.

Cuka sari apel

Konsumsilah cuka sari apel yang sudah dicampur dengan air sebelum makan. Manfaatnya dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah mengonsumi makanan yang mengandung tepung bagi para penderita pradiabetes dan diabetes tipe 2. Penelitian juga sudah membuktikan bahwa minum cuka sari apel yang dicampur air dapat membantu meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap hormon insulin.

Blueberry

Manfaat blueberry sangat banyak, di antaranya adalah sumber anthocyanin, serat larut, serta berbagai nutrisi lain yang penting bagi penderita obesitas yang sudah terindikasi mengalami pradiabetes. Penelitian juga sudah membuktikan bahwa penderita pradiabetes yang mengonsumsi blueberry smoothie satu hari sekali selama enam minggu berhasil menunjukkan perbaikan kondisi, yaitu meningkatnya kepekaan tubuh terhadap insulin.

Tips Memilih Makanan yang Tepat Agar Gula Darah Tidak Melonjak

Selain mengonsumsi makanan penurun gula darah, ada beberapa tips dalam memilih asupan sehari-hari, yaitu:

  • Tidak malas memeriksa daftar makanan yang aman untuk dikonsumsi
  • Bijak dalam memilih dan mengonsumsi karbohidrat dan makanan yang mengandung gula
  • Batasi makanan yang mengandung lemak tidak sehat.

Anda dapat memilih makanan penurun gula darah sesuai selera. Meskipun demikian, Anda tetap disarankan untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsinya dan tetap mengontrol asupan makanan sehari-hari. Bagaimana pun, Andalah yang memegang kendali atas kesehatan tubuh sendiri.

Terakhir diperbarui: 15 Maret 2017
Ditinjau oleh: dr. Marianti

Cara Ampuh Menurunkan Gula Darah

Ada banyak cara menurunkan gula darah, mulai dari mengubah gaya hidup hinggamengonsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan tubuh. Untuk itu, dibutuhkan tekad yang kuat. Ini penting dilakukan, terlebih jika Anda berisiko menderita diabetes atau sedang mengalaminya.

Meningkatnya gula darah dapat disebabkan oleh dua hal, kurangnya produksi insulin atau ketika tubuh tidak dapat mengirimkan gula dari darah ke sel secara efektif. Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah, saraf, serta organ tertentu, seperti mata, ginjal, otak, dan jantung.

Cek Cara Menurunkan Gula Darah di Sini - Alodokter

Gula darah yang tinggi dapat ditandai dengan gejala kelelahan, sering haus, penglihatan kabur, sakit perut, sering buang air kecil, nafsu makan meningkat, kesemutan di kaki dan tangan, serta luka yang sulit sembuh. Selain penyakit diabetes, kadar gula darah yang tinggi dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya, seperti kebutaan, stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Untuk mencegah munculnya penyakit-penyakit terkait tingginya kadar gula darah tersebut, penting untuk mengenal cara menurunkan gula darah tinggi agar kadar gula darah dapat terkontrol.

Cara Menurunkan Gula Darah

Salah satu cara untuk menurunkan gula darah adalah dengan mengubah gaya hidup demi mencegah penyakit ataupun mengurangi gejala yang disebabkan oleh kadar gula darah tinggi. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk membantu tubuh mengontrol gula darah:

  • Menurunkan berat badan
    Bagi Anda yang memiliki berat badan berlebih, disarankan untuk menurunkan berat badan menuju ke berat ideal. Bahkan, hanya dengan menurunkan 7{97eedb18bcef765cfd5ae1f5706881693b751538d89d413bc1acefc35aca0452} berat badan, risiko diabetes akan berkurang hingga sekitar 50{97eedb18bcef765cfd5ae1f5706881693b751538d89d413bc1acefc35aca0452}.
  • Memiliki ukuran pinggang yang sehat
    Ukuran lingkar pinggang di bawah 89 cm bagi wanita dan di bawah 102 cm bagi pria merupakan ukuran yang disarankan. Ukuran lingkar pinggang yang melebihi standar tersebut dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan naiknya kadar gula darah, yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2.
  • Berolahraga teratur
    Olahraga teratur dapat membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga sel tubuh bisa menggunakan gula darah sebagai sumber energi dengan lebih efisien. Olahraga yang baik untuk dilakukan sebagai cara menurunkan kadar gula darah adalah jalan cepat, lari, bersepeda, menari, mendaki gunung, berenang, dan latihan angkat beban.
  • Tidur yang cukup
    Tidur cukup yang berkualitas dapat membantu tubuh menekan kadar gula darah. Untuk mencukupinya disarankan tidur selama 7 – 9 jam setiap hari. Pola tidur yang buruk dan waktu tidur yang kurang dapat meningkatkan nafsu makan, sehingga berat badan bertambah. Penelitian juga menunjukkan bahwa gangguan tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin, sehingga gula darah meningkat.
  • Memonitor gula darah 
    Bagi Anda yang berisiko menderita diabetes atau sudah terdiagnosis terkena diabetes, ukur dan catat kadar gula darah setiap harinya. Hal itu berguna untuk mengatur jumlah makanan yang Anda konsumsi.
  • Mengontrol tingkat stres 
    Hormon glukagon dan kortisol yang dikeluarkan oleh tubuh saat stres dapat meningkatkan kadar gula darah. Cobalah mengurangi stres dengan yoga dan relaksasi.
  • Mengontrol porsi makanan
    Porsi makanan yang terkontrol dapat membantu Anda mengurangi asupan kalori dan menurunkan lonjakan gula darah. Disarankan untuk makan dengan piring kecil secara perlahan-lahan dan membiasakan diri untuk memperhatikan jumlah kalori yang tertera pada label makanan. Hanya makan satu atau dua kali sehari dalam porsi besar dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang tinggi. Anda disarankan untuk makan tiga kali sehari dengan porsi sedang, dan jika ingin mengemil, makanlah camilan sehat seperti buah.

Perhatikan yang Anda Konsumsi

Pilah pilih makanan dan minuman juga perlu disesuaikan bagi Anda yang ingin menurunkan kadar gula darah, di antaranya:

  • Minum air putih 
    Air putih dapat mengurangi rasa haus dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Minum air putih secara teratur dapat membantu ginjal untuk mendorong gula darah berlebih keluar lewat urine serta mencegah dehidrasi.
  • Meningkatkan asupan serat
    Serat memperlambat pencernaan karbohidrat dan penyerapan gula, sehingga gula darah meningkat secara bertahap. Jumlah asupan serat harian yang direkomendasikan adalah 25 gram untuk wanita dan 38 gram untuk pria. Berikut ini adalah makanan yang kaya akan serat, yaitu brokoli, kol, ketimun, wortel, bayam, selada, kubis, kacang-kacangan, chia seed, gandum utuh, dan buah-buahan.
  • Memilih makanan dengan indeks glikemik rendah
    Indeks glikemik digunakan untuk mengukur respons tubuh terhadap pelepasan gula darah dari makanan. Makanan yang berindeks glikemik rendah dapat mencegah lonjakan kadar gula darah pada penderita diabetes. Makanan dengan indeks glikemik rendah adalah buah-buahan, sayuran berdaun hijau, gandum utuh, kacang almond dan kacang-kacangan lainnya, talas, jagung, ubi, bawang putih, telur, dan ikan.
  • Mencoba cuka apel
    Berbagai jenis cuka dapat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam tubuh. Bagi penderita diabetes tipe 2, salah satu cara untuk menurunkan kadar gula darah adalah dengan minum satu sendok makan cuka apel setelah selesai makan. Akan tetapi efektivitas cuka apel sebagai metode pengobatan diabetes masih belum jelas. Apabila Anda juga mengonsumsi obat penurun gula darah, harap berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum mengonsumsinya.
  • Membumbui dengan kayu manis 
    Kayu manis dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah dalam tubuh hingga 29{97eedb18bcef765cfd5ae1f5706881693b751538d89d413bc1acefc35aca0452}. Kayu manis dapat memperlambat penguraian karbohidrat dalam saluran pencernaan dan mengontrol kenaikan gula darah sesudah makan. Dosis yang dianjurkan adalah sekitar setengah hingga dua sendok teh.
  • Menjauhi makanan berlemak dan bergula tinggi
    Pantangan untuk Anda yang ingin menurunkan kadar gula darah adalah mengonsumsi makanan dengan kadar lemak dan gula yang tinggi. Disarankan menjauhi makanan yang terlalu manis seperti kue dan es krim, serta makanan berlemak tinggi seperti mentega, atau gorengan. Disarankan juga untuk menjauhi minuman beralkohol.

Gula darah berfungsi sebagai bahan bakar tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari, namun Anda dianjurkan menerapkan cara menurunkan gula darah di atas untuk menghindari berbagai kondisi yang bisa membahayakan kesehatan Anda. Jika Anda kesulitan untuk menurunkan gula darah, cobalah untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Terakhir diperbarui: 5 Desember 2018
Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

Cegah Gula Darah Rendah dengan Cara Ini

Gula darah rendah atau hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah atau glukosa di dalam tubuh berada di bawah kadar normal. Jika kadar glukosa sangat rendah, otot dan sel-sel pada otak akan kekurangan energi sehingga tidak dapat bekerja dengan baik.

Gula darah rendah dapat terjadi pada seseorang yang belum makan selama beberapa jam. Akan tetapi, gula darah rendah lebih sering terjadi pada orang-orang dengan diabetes karena penggunaan obat-obatan insulin atau obat antidiabetes yang diminum. Risiko penurunan gula darah akan lebih besar pada penderita diabetes yang berolahraga lebih berat daripada biasanya, makan lebih sedikit daripada biasanya atau menjalani diet yang terlalu ketat, dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Cegah Gula Darah Rendah dengan Cara Ini - Alodokter

Cara Mencegah Gula Darah Rendah

Bagi Anda yang rentan terserang hipoglikemia, atau penderita diabetes yang ingin menghindari gula darah rendah, beberapa cara berikut ini dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kondisi tersebut:

  • Memeriksa kadar gula darah secara teratur
    Rajin-rajinlah memeriksa kadar gula darah sesuai anjuran dari dokter. Anda dapat melakukan pemeriksaan gula darah sendiri menggunakan glukometer (alat pengukur gula darah) di rumah. Pelajari cara penggunaannya sesuai petunjuk pemakaian alat atau pengarahan dokter.
  • Mengatur pola makan yang teratur
    Usahakan untuk mengatur jadwal makan menjadi tiga kali makan besar yang diselingi dengan makanan ringan. Atur jadwal makan Anda agar berselang empat atau lima jam sekali, dan jangan pernah melewatkan waktu makan. Jangan lupa juga untuk mengganti kalori yang terbuang apabila Anda merasa telah beraktivitas lebih banyak daripada biasanya.
  • Pilih menu makanan seimbang
    Konsumsi menu makan seimbang dapat membantu mencegah Anda dari kondisi gula darah rendah. Pastikan untuk mencukupi asupan protein, seperti daging ayam tanpa kulit, ikan, telur, kacang kedelai, atau tahu dan tempe, dalam menu makanan Anda. Proteinakan membantu menjaga gula bertahan lebih lama selama diserap oleh tubuh.
    Selain itu, jangan lewatkan karbohidrat kompleks yang bisa didapat dari beras merah atau roti gandum. Lengkapi diet sehatmu dengan buah-buahan yang merupakan sumber gula alami, seperti buah semangka, pisang, pir, mangga dan anggur.
  • Sedia camilan
    Siapkan makanan ringan yang mengandung karbohidrat dan protein di kantor, di rumah, atau di perjalanan. Makanan ringan atau camilan dapat membantu mencegah gula darah rendah.
  • Patuhi petunjuk dokter
    Anda yang menderita diabetes disarankan selalu mematuhi petunjuk dokter dalam mengonsumsi obat-obat antidiabetes, termasuk insulin. Aturan pola makan dari dokter atau ahli gizi Anda juga harus dipatuhi. Tujuannya adalah agar gula darah tetap stabil dan terhindar dari komplikasi penyakit.

Mengendalikan kadar gula darah untuk menghindari gula darah rendah memang membutuhkan kedisiplinan, terutama dalam mengatur pola makan. Namun kadang pengaturan pola makan saja belum cukup, jadi jangan ragu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2019
Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

Berapa Kadar Gula Darah Normal pada Tubuh?

Memiliki kadar gula darah normal pada tubuh sangat penting karena bisa menunjang kinerja tubuh dan membuat Anda tetap sehat. Namun apakah Anda tahu berapa kadar gula darah normal yang harus Anda miliki?

Sebenarnya kadar gula darah normal tidak berpatokan pada satu angka baku. Kadar ini bisa berubah seperti saat sebelum dan sesudah Anda makan atau juga saat waktunya tidur.

Berapa Kadar Gula Darah Normal pada Tubuh? - Alodokter

Kisaran Kadar Gula Darah yang Normal

Seusai makan, sistem pencernaan Anda akan memecah karbohidrat menjadi gula atau glukosa yang bisa diserap oleh aliran darah. Zat tersebut sangat penting untuk sumber energi sel-sel tubuh Anda. Darah mengalirkan zat gula ini menuju sel-sel tubuh guna menjadikannya energi.

Namun, zat gula ini harus melewati sebuah ‘pintu’ untuk memasuki sel-sel tersebut. Hormon yang berperan dalam membuka ‘pintu’ itu adalah insulin. Insulin dihasilkan oleh pankreas. Setelah memasuki sel, zat gula ini akan dibakar menjadi energi yang bisa Anda pakai. Gula yang lebih akan disimpan di hati untuk dipakai di kemudian hari.

Berikut kisaran kadar gula darah normal pada tubuh:

  • Sebelum makan: sekitar 70-130 mg/dL
  • Dua jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dL
  • Setelah tidak makan (puasa) selama setidaknya delapan jam: kurang dari 100 mg/dL
  • Menjelang tidur: 100 – 140 mg/dL

Mengenali Tanda Kekurangan dan Kelebihan Gula Darah

Menjaga kadar gula darah agar dalam angka normal sangat penting. Gula darah terlalu rendah (hipoglikemia) atau tinggi (hiperglikemia) bisa berdampak negatif pada tubuh Anda. Jika gula darah Anda di bawah 70 mg/dL maka Anda mengalami hipoglikemia. Anda dikatakan mengalami hiperglikemia jika kadar gula darah Anda lebih dari 200 mg/dL.

Efek terlalu rendahnya kadar gula darah antara lain:

  • Tubuh lemas
  • Kulit pucat
  • Berkeringat
  • Kelelahan
  • Gelisah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah marah
  • Kesemutan di area mulut
  • Tidak mampu berdiri atau berjalan
  • Kejang
  • Jantung berdebar

Efek terlalu tingginya kadar gula darah antara lain:

  • Bobot tubuh berkurang
  • Nafsu makan meningkat
  • Tubuh lelah
  • Haus
  • Sering buang air kecil
  • Mudah gelisah
  • Penglihatan buram
  • Kulit kering, memerah dan terasa panas
  • Sering infeksi gigi

Cara Mempertahankan Kadar Gula Darah Normal

Untuk menghindari efek gula darah terlalu rendah atau tinggi, mari jaga kadar gula darah Anda agar tetap dalam batas normal. Berikut cara-cara yang bisa Anda lakukan:

  • Olahraga rutin
    Dengan rutin olahraga, Anda bisa menstabilkan gula darah. Lakukan olahraga setidaknya 2,5 jam per minggu secara teratur. Anda bisa melatih kekuatan otot-otot tubuh karena peranannya dalam menggunakan dan menyimpan gula sangat besar. Hal tersebut bisa membuat kadar gula darah tetap normal. Namun ingat, jangan berlebihan melakukan aktivitas fisik karena hal tersebut bisa memicu hipoglikemia.
  • Perhatikan asupan makanan
    Sebaiknya batasi konsumsi karbohidrat. Sumber karbohidrat yang bisa Anda pilih yaitu ubi, pasta dari biji-bijian utuh, dan nasi merah. Makanan lain yang bagus untuk Anda konsumsi yaitu kacang-kacangan seperti almond, ikan salmon, daging dada ayam tanpa kulit,  brokoli, bayam, dan kayu manis.
  • Makan tepat waktu
    Jangan melewatkan waktu makan Anda, terutama sarapan. Jika hal ini terjadi, rasa lapar akan meningkat di jam makan berikutnya. Hasilnya Anda akan makan secara berlebihan, kemudian naiklah gula darah Anda. Makan tiga kali sehari ditambah dua camilan bernutrisi di sela-sela jam makan bisa membantu gula darah tetap normal.
  • Hindari stres
    Sebaiknya segera atasi stres yang Anda alami, karena kondisi ini bisa membuat kadar gula darah Anda meningkat.
  • Selalu sedia camilan manis
    Selalu bawa camilan manis seperti permen untuk mencegah kadar gula darah menurun drastis. Namun jangan mengonsumsinya secara berlebihan.

Untuk mengetahui kadar gula darah normal, tes gula darah bisa dilakukan di rumah sakit, atau jika ingin praktis Anda bisa membeli alat tes gula darah yang bisa dipakai di rumah. Namun, untuk memantau kadar gula darah selama 2 sampai 3 bulan terakhir, diperlukan tes haemoglobin A1c (HbA1c) di laboratorium. Sebaiknya konsultasi ke dokter untuk mengetahui jenis tes darah yang dibutuhkan.

Terakhir diperbarui: 9 Maret 2018
Ditinjau oleh: dr. Allert Noya

Mengenal Macam-macam Tes Gula Darah

Tes gula darah ada bermacam-macam, dengan fungsi yang berbeda. Tes gula darah dapat dilakukan sekadar untuk mengetahui kadar gula di dalam darah, mendiagnosa penyakit diabetes, maupun untuk mengevaluasi apakah kadar gula darah penderita diabetes terkontrol atau tidak.

Kadar gula darah selalu mengalami perubahan, terutama sebelum dan setelah makan. Kadar gula darah normal sebelum makan berkisar antara 70-130 mg/dL. Sedangkan setelah delapan jam puasa, kadar gula darah seharusnya kurang dari 100 mg/dL. Bila tes gula darah dilakukan dua jam setelah makan, hasil yang normal adalah kurang dari 140 mg/dL.

 

Mengenal Macam-macam Tes Gula Darah - Alodokter

Pemeriksaan gula darah bisa dilakukan di laboratorium klinik, bisa juga dilakukan sendiri di rumah menggunakan alat yang disebut glukometer. Caranya adalah dengan menusuk ujung jari dengan jarum khusus hingga mengeluarkan sedikit darah. Darah kemudian diteteskan pada strip glukosa, yang tertancap pada alat glukometer. Hasilnya sudah bisa didapatkan hanya dalam waktu 10-20 detik.

Jenis-Jenis Tes Gula Darah

Berdasarkan waktu pengambilan darah dan cara pengukurannya, tes gula darah dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

Tes gula darah sewaktu

Tes gula darah ini dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu berpuasa dan tanpa memerhatikan kapan terakhir Anda makan. Tes ini dapat dilakukan untuk memantau kadar gula darah pada penderita diabetes, atau untuk menilai tinggi-rendahnya gula darah pasien dengan kondisi tertentu, misalnya lemas atau pingsan.

Tes gula darah sewaktu tidak bisa dipakai untuk mendiagnosa penyakit diabetes. Orang tanpa diabetes bisa saja mendapatkan hasil yang tinggi dalam pemeriksaan ini, jika ia baru saja mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi, misalnya es krim atau kue yang manis.

Tes gula darah puasa

Tes ini digunakan sebagai tes pertama untuk mendiagnosa kondisi prediabetes atau penyakit diabetes. Sebelum tes gula darah ini dilakukan, Anda perlu menjalani puasa selama semalaman atau setidaknya selama delapan jam.

Tes gula darah dua jam setelah makan (post prandial)

Sepuluh menit setelah makan, kadar gula darah akan mulai mengalami kenaikan, dan mencapai puncaknya setelah dua jam. Gula darah akan turun kembali ke kondisi normal 2-3 jam kemudian.

Tes gula darah post prandial dilakukan dua jam setelah pasien makan, dan biasanya dikerjakan setelah tes gula darah puasa. Tes ini dapat menggambarkan kemampuan tubuh dalam mengontrol kadar gula dalam darah, yang terkait dengan jumlah serta sensitivitas insulin di dalam tubuh.

Tes hemoglobin A1c (HbA1c)

Tes darah ini dilakukan untuk mengetahui jumlah rata-rata gula darah dalam 2-3 bulan terakhir. Tes ini mengukur persentase gula darah yang melekat pada hemoglobin (Hb). Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk mendiagnosa diabetes serta untuk mengetahui terkontrol atau tidaknya kadar gula darah pada penderita diabetes.

Jika kadar HbA1C Anda lebih dari 6,5 persen dalam dua kali pemeriksaan dengan waktu yang berbeda, kemungkinan Anda menderita diabetes atau penyakit diabetes Anda tidak terkontrol. Kadar antara 5,7-6,4 persen mengindikasikan prediabetes, dan di bawah 5,7 persen dianggap normal.

Mengontrol Kadar Gula Darah

Kenaikan kadar gula darah yang tidak mencapai angka diabetes disebut dengan kondisi prediabetes. Jika didiamkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes.

Bagi orang dengan prediabetes, cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah adalah melakukan perubahan gaya hidup, yaitu dengan mengatur pola makan dan rutin berolahraga. Sedangkan pada penderita diabetes, kadar gula darah harus dikontrol, baik dengan pengaturan pola makan maupun konsumsi obat-obatan.

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu lama akan merusak pembuluh darah, serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan aterosklerosis.

Penderita diabetes dianjurkan untuk melakukan tes gula darah secara berkala dan rutin memeriksakan diri ke dokter. Dengan demikian, dokter dapat memantau apakah kadar gula darah penderita sudah terkontrol dengan pengobatan yang diberikan.

Tes gula darah memang penting untuk mendiagnosa penyakit diabetes. Namun, tidak semua tes gula darah dapat digunakan untuk tujuan tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan tes gula darah. Jangan lupa, konsultasikan juga hasilnya dengan dokter.

 

 

 

Terakhir diperbarui: 11 April 2019
Ditinjau oleh: dr. Marianti

Arti Tinggi dan Rendahnya Kadar Gula Darah

Kadar gula darah adalah banyaknya zat gula atau glukosa di dalam darah. Meskipun senantiasa mengalami perubahan, kadar gula darah perlu dijaga dalam batas normal agar tidak terjadi gangguan di dalam tubuh.

Kadar gula darah dipengaruhi oleh asupan nutrisi dari makanan atau minuman, khususnya karbohidrat, serta jumlah insulin dan kepekaan sel-sel tubuh terhadap insulin. Kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Arti Tinggi dan Rendahnya Kadar Gula Darah - Alodokter

Apa yang Terjadi jika Gula Darah Terlalu Tinggi?

Kadar gula darah dikatakan terlalu tinggi jika melebihi 200 mg/dL. Istilah medis untuk kadar gula darah terlalu tinggi adalah hiperglikemia.

Hiperglikemia dapat terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin, yaitu hormon yang dilepas oleh pankreas. Insulin berfungsi menyebarkan gula dari darah ke seluruh sel-sel tubuh agar bisa diproses menjadi energi.

Gula darah tinggi juga dapat terjadi bila sel-sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin, sehingga gula dari darah tidak dapat masuk ke dalam sel untuk diproses.

Gula darah tinggi sering dialami oleh penderita diabetes yang tidak menjalani gaya hidup sehat, misalnya terlalu banyak makan, kurang berolahraga, atau lupa mengonsumsi obat diabetes atau insulin. Selain itu, gula darah tinggi pada penderita diabetes juga dapat dipicu oleh stres, infeksi, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Orang normal yang tidak menderita diabetes juga bisa terkena hiperglikemia, terutama jika sedang mengalami sakit berat. Tanda-tanda Anda memiliki kadar gula darah terlalu tinggi adalah badan terasa lelah, nafsu makan sangat tinggi, bobot tubuh berkurang, sering merasa haus, dan sering buang air kecil.

Jika kadar gula darah mencapai 350 mg/dL atau lebih, gejala yang dapat muncul adalah sangat haus, penglihatan buram, pusing, gelisah, dan penurunan kesadaran. Di samping itu, kulit akan terlihat memerah, kering, dan terasa panas.

Apabila tidak segera ditangani, kadar gula darah yang terlalu tinggi bisa menimbulkan ketoasidosis diabetik atau sindrom hiperglikemi hiperosmolar, yang dapat berakibat fatal.

Selain itu, kadar gula darah tinggi dalam jangka waktu lama tanpa pengobatan dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada gigi dan gusi, masalah kulit, osteoporosis, gagal ginjal, kerusakan saraf, kebutaan, serta penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Apa yang Terjadi jika Gula Darah Terlalu Rendah?

Gula darah terlalu rendah atau hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah di bawah 70 mg/dL. Kondisi ini juga umum terjadi pada penderita diabetes, yaitu akibat efek samping obat antidiabetes yang dikonsumsinya. Obat antidiabetes, khususnya insulin, bisa menurunkan kadar gula darah secara berlebihan.

Penderita diabetes tipe 1 tidak memiliki hormon insulin dalam jumlah yang cukup. Oleh karena itu, diperlukan tambahan insulin dari luar yang biasanya berupa suntikan. Namun jika dosisnya terlalu tinggi, insulin bisa membuat gula darah turun drastis.

Pada penderita diabetes, hipoglikemia dapat terjadi jika penggunaan insulin atau obat antidiabetes tidak diiringi oleh asupan makanan yang cukup. Olahraga yang berlebihan juga dapat memicu kondisi ini.

Bukan hanya penderita diabetes, orang yang tidak menderita diabetes pun bisa mengalami hipoglikemia atau gula darah rendah. Beberapa penyebabnya adalah:

  • Terlalu banyak minum minuman beralkohol.
  • Menderita penyakit tertentu, seperti hepatitis, anoreksia nervosa, atau tumor pada pankreas.
  • Kekurangan hormon tertentu.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya quinine.
  • Tanpa sengaja mengonsumsi obat antidiabetes milik orang lain.

Jika kadar gula darah rendah, tubuh akan terasa lemas dan tidak bertenaga. Gejala lain yang bisa Anda alami adalah lapar, keluar keringat dingin, kulit pucat, jantung berdebar, kesemutan di area mulut, gelisah, dan mudah marah.

Sedangkan gejala yang akan Anda alami ketika kadar gula darah terlalu rendah (di bawah 40 mg/dL), antara lain:

  • Bicara melantur
  • Sulit konsentrasi
  • Tidak mampu berdiri atau berjalan
  • Otot berkedut
  • Kejang

Jika didiamkan, kondisi ini dapat menyebabkan stroke, koma, bahkan kematian.

Mari Cek Gula Darah Anda

Tes gula darah umumnya dianjurkan bagi orang yang memiliki gejala diabetes, seperti sering haus, sering buang air kecil, dan sering merasa lapar. Selain itu, tes ini juga dapat dianjurkan bagi orang-orang yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarga.

Cara untuk mengetahui kadar gula darah adalah dengan melakukan tes darah. Tes ini berguna untuk memonitor kadar gula darah dalam tubuh Anda, agar tidak keluar dari batas normal.

Tes gula darah bisa dilakukan sendiri di rumah menggunakan alat glukometer. Sampel darah untuk pemeriksaan ini diambil dengan menusuk ujung jari menggunakan jarum khusus.

Anda juga bisa melakukan tes gula darah di rumah sakit. Ada beberapa jenis tes gula darah yang bisa dilakukan:

Tes gula darah puasa

Anda diharuskan puasa delapan jam sebelum pengambilan sampel darah. Tes ini sering dipakai untuk mendiagnosis kondisi pradiabetes dan penyakit diabetes.

Tes toleransi glukosa oral (TTGO)

Dalam tes ini Anda akan diberikan glukosa dalam jumlah tertentu, dan dua jam kemudian, kadar gula dalam darah Anda akan diperiksa.

Tes hemoglobin A1c (HbA1c) atau glikohemoglobin

Tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah pada sel darah merah. Hasil tes HbA1c dapat memberi informasi mengenai kadar gula Anda selama 2-3 bulan terakhir.

Tes ini memudahkan dokter untuk menyesuaikan dosis dan jenis obat-obatan antidiabetes, jika diperlukan. Anda tidak perlu menjalani persiapan khusus untuk melakukan tes ini.

Tes gula darah sewaktu

Tes ini bisa dilakukan kapan saja dan tidak memerlukan persiapan khusus. Namun, pemeriksaan gula darah sewaktu tidak dapat digunakan untuk mendiagnosa diabetes.

Pemeriksaan ini hanya dipakai untuk memantau naik-turunnya gula darah pada penderita diabetes, atau untuk melihat kadar gula darah pada pasien dengan kondisi tertentu, misalnya lemas atau pingsan.

Jika hasil tes gula darah sewaktu Anda tinggi, belum tentu Anda menderita diabetes. Bisa jadi kondisi ini merupakan pengaruh dari makanan atau minuman yang baru saja Anda konsumsi.

Apabila hasil tes gula darah sewaktu Anda menunjukkan kadar yang rendah, namun Anda tidak merasa lemas atau pusing, kemungkinan ada kesalahan pada alat atau teknik pemeriksaan. Oleh karena itu, Anda perlu mendiskusikan kembali hasil pemeriksaan ini dengan dokter.

Sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai tes apa yang cocok untuk Anda jalani. Tanyakan pula kepada dokter mengenai risiko atau hal-hal lainnya yang berkaitan dengan tes tersebut.

Lalu Berapa Kadar Gula Darah Normal?

Kadar gula darah normal tidak selalu sama, tergantung kapan tes dilakukan, setelah atau sebelum makan. Berikut ini adalah batasan kadar gula darah normal, namun memiliki patokan yang berbeda-beda.

Tes gula darah setelah makan

Jika tes gula darah dilakukan dua jam setelah makan, maka kadar gula darah normal adalah kurang dari 140 mg/dL atau 7.8 mmol/L. Batasan ini berlaku untuk orang berusia di bawah 50 tahun.

Bagi orang yang berusia 50-60 tahun, kadar normalnya adalah kurang dari 150 mg/dL atau 8.3 mmol/L. Sedangkan pada orang berusia 60 tahun ke atas, kadar gula darah normal adalah 160 mg/dL atau 8.9 mmol/L.

Tes gula darah setelah puasa

Jika tes gula darah dilakukan setelah puasa, maka kadar gula darah yang normal seharusnya kurang atau sama dengan 100 mg/dL atau 5.6 mmol/L.

Tes gula darah secara acak

Jika tes gula darah dilakukan secara acak (tes gula darah sewaktu), maka hasilnya tidak bisa disamakan, tergantung dari kapan tes dilakukan dan apa yang dikonsumsi sebelum tes.

Secara umum, kadar gula darah normal adalah 80-120 mg/dL atau 4.4-6.6 mmol/L, jika tes dilakukan sebelum makan atau setelah bangun tidur. Sedangkan jika tes dilakukan sebelum tidur, batasan normalnya adalah 100-140 mg/dL atau 5.5-7.7 mmol/L.

Tes hemoglobin untuk gula darah

Pada tes hemoglobin untuk gula darah (HbA1c), kadar normalnya adalah kurang dari atau sekitar 7 persen.

Namun perlu Anda ingat, batasan yang dipakai setiap laboratorium mungkin akan berbeda, tergantung alat yang digunakan. Jadi, gunakanlah patokan yang diberikan oleh laboratorim tempat Anda memeriksa gula darah.

Di samping itu, pastikan juga Anda mencatat tanggal tes dan hasilnya, serta apa saja yang Anda konsumsi dan aktivitas yang Anda lakukan sebelum menjalani tes tersebut.

Hasil pemeriksaan gula darah yang normal tidak selalu dapat menandakan bahwa Anda tidak berisiko menderita diabetes. Guna memastikannya, Anda tetap dianjurkan untuk mengonsultasikan hasil pemeriksaan gula darah Anda pada dokter, terlebih jika Anda mengalami gejala diabetes atau memiliki risiko untuk mengalami diabetes.

Pemeriksaan gula darah hendaknya dilakukan dengan bijak dan sesuai dengan kebutuhan. Jalani pemeriksaan gula darah sesuai dengan saran dokter dan terapkanlah pola hidup sehat guna mencegah dampak buruk dari tinggi atau rendahnya kadar gula darah.

Ciri-Ciri dan Gejala Gula Darah Tinggi (Hiperglikemia)

Adakah diantara para pembaca yang nafsu makannya menggila namun berat badan malah menurun, mudah mengantuk dan lelah, sering kehausan, dan sering buang air kecil di malam hari? Waspadalah! ini semua merupakan gejala gula darah tinggi. Jangan biarkan ini berlarut-larut, karena dapat membahayakan kondisi kesehatan. Gula darah tinggi atau hiperglikemia merupakan keadaan di mana terjadi peningkatan kadar glukosa di dalam tubuh hingga diatas 200 mg/dL akibat resistensi insulin. Seringkali kondisi ini dialami oleh penderita diabetes atau pra diabetes. Namun, tidak menutup kemungkinan orang normal di luar diabetes juga dapat mengalaminya, terlebih jika sedang stres atau sedang menderita sakit berat. Curiga mengalami gejala gula darah tinggi? pastikan dengan tes gula darah sederhana Gejala hiperglikemia ada yang ringan (kadar gula 200mg/dL-350 mg/dL) sampai yang berat (kadar gula diatas 350 mg/dL), sedangkan kadar gula darah normal adalah dibawah 200 mg/dL seperti dijelaskan dalam artikel: Inilah Kadar Gula Darah Normal dan Tidak Normal. Gejala gula darah tinggi yang masih dalam tahap ringan biasanya ditandai dengan meningkatnya nafsu makan, penurun berat badan, meningkatnya intensitas buang air kecil, dan sering kehausan. Sedangkan gejala beratnya seperti, penglihatan kabur, kehausan yang ekstrim dan pusing hingga merasa akan pingsan. Untuk lebih jelasnya mari kita ulas satu persatu tentang gejala, penyebab dan cara mengatasi gula darah tinggi.
Apa Saja Sih Gejala Gula Darah Tinggi?
Gejala Hiperglikemia Ringan
Gejala ringan akan dirasakan oleh seseorang apabila kadar gula darahnya secara konsisten berada di kisaran 200 mg/dL sampai 350 mg/dL pada orang dewasa, dan 200 mg/dL sampai 240 mg/dL pada anak-anak. Sayangnya sebagian orang terutama yang menderita diabetes kurang memperhatikan gejalanya. Akibatnya, kondisi kesehatan mereka pun semakin buruk. Oleh karena itu, perhatikanlah beberapa gejala gula darah tinggi berikut ini:
Sering merasa kehausan, mulut pun terasa kering.
Intensitas buang air kecil meningkat, terutama di malam hari (sering buang air kecil)
Nafsu makan meningkat, namun berat badan malah menurun.
Mudah lelah.
Kulit terasa kering.
Gejala Hiperglikemia Berat
Jika gejala gula darah tinggi di atas tidak segera diatasi, maka kondisi tubuh pun akan semakin memburuk. Namun, gejala yang cukup berat juga dapat langsung dirasakan oleh seseorang dengan kadar gula di atas 350mg/dL pada orang dewasa, dan di atas 240 mg/dL pada anak-anak. Gejala-gejala gula darah tinggi berat antara lain:
Penglihatan menjadi buram/kabur.
Menjadi linglung.
Kehausan yang semakin ekstrim.
Pusing hingga merasa akan pingsan.
Wajah memerah, terasa hangat/panas dan kulit mengering.
Menjadi amat sangat mengantuk, hingga enggan untuk bangun dari tidur.
Untuk seseorang yang menderita diabetes tipe 1 dan 2, yang menghasilkan sedikit insulin atau tidak sama sekali, maka akan ditandai dengan gejala sebagai berikut:
Nafas menjadi terengah-engah.
Jantung berdebar-debar.
Bau napas tak sedap.
Mual, muntah dan kehilangan nafsu makan.
Apa yang Menyebabkan Gula Darah Tinggi?
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan gula darah tinggi, antara lain sebagai berikut:
Stress.
Infeksi, seperti flu atau selesma.
Makan terlalu banyak.
Kurang olahraga.
Dehidrasi.
Penderita diabetes yang melewatkan dosis obatnya.
Menjalani treatment hipoglikemia (gula darah rendah).
Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat steroid.
Bagaimana Mengatasi Gula Darah Tinggi?
Apabila gejala gula darah tinggi masih dalam tahap ringan, biasanya dapat dengan mudah ditangani. Bahkan terkadang tak perlu pengobatan khusus, karena gejala tersebut dapat hilang dengan sendirinya. Lain cerita apabila gejalanya sudah dirasa cukup berat akibat kadar gula darah yang sudah amat tinggi. Dalam kondisi ini terutama bagi penderita diabetes, pengobatan khusus sangatlah diperlukan. Karena apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, maka dapat menyebabkan komplikasi yang akan mengancam nyawa, seperti:
Ketoasidosis Diabetes (KAD). Suatu kondisi yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar keton dalam darah dan keasaman darah yang meningkat. Merupakan kedaruratan diabetes tipe I yang dapat menyebabkan koma dan kematian. Baca selengkapnya: KAD (Ketoasidosis Diabetik)
Status Hiposmolar Hiperglikemik (SHH). Dehidrasi berat akibat kadar gula darah yang sangat tinggi. Merupakan komplikasi akut pada diabetes tipe 2.
Berikut beberapa cara mengatasi dan mencegah gula darah tinggi:
Mengubah pola makan. Jangan berlebihan saat makan, berhentilah sebelum kenyang. Batasi/hindari makanan yang menyebabkan lonjakan kadar gula darah, seperti kue atau minuman manis dan hindarilah makanan pantangan penderita diabetes
Perbanyak asupan cairan ke dalam tubuh. Cukupi kebutuhan minum air putih per harinya (8-10 gelas) atau tergantung aktivitas.
Olahraga teratur. Olahraga ringan dan teratur seperti berjalan atau bersepeda dapat menurunkan kadar gula darah sekaligus membantu menurunkan berat badan.
Untuk pengguna insulin, sesuaikan dosisnya. Jangan melewatkan atau menyalahi dosis yang telah dianjurkan dokter.
Pantau kadar gula darah. Usahakan untuk rutin memantau kadar gula darah. Perhatikan apa saja yang menyebabkan gula darah meningkat.
Memang keberadaan gula dalam tubuh sangat dibutuhkan sebagai sumber energi. Namun, bukan berarti kita dapat sesuka hati mengonsumsinya. Jika mengikuti saran dari Kementerian Kesehatan RI maka konsumsi gula per hari per orang yaitu, 50 gram (4 sendok makan). Jadi, jagalah asupan gula per harinya demi menghindari melonjaknya kadar gula darah sekaligus meminimalisir resiko kesehatan.

Indeks Glikemik dan Diabetes

Indeks glikemik, atau GI, mengukur berapa kandungan karbohidrat yang meningkatkan glukosa darah yang tersedia di dalam suatu makanan. Makanan dengan GI tinggi menghasilkan lebih banyak glukosa darah dibandingkan makanan dengan GI rendah.

Untuk pengelolaan gula darah, Anda dianjurkan memilih makanan dengan GI rendah atau edang. Jika Anda makan makanan dengan GI tinggi, Anda dapat menggabungkannya dengan makanan GI rendah untuk membantu menyeimbangkan makanan.

Contoh makanan yang mengandung karbohidrat dengan GI rendah adalah nasi merah, kacang-kacangan (seperti kacang merah dan lentil), semua sayuran non-tepung, beberapa sayuran bertepung seperti kentang manis, buah, dan roti gandum utuh (whole wheat) dan sereal (seperti barley, gandum roti, roti gandum, dan semua-sereal bekatul).

Daging dan lemak tidak memiliki GI karena mereka tidak mengandung karbohidrat.

Di bawah ini adalah contoh makanan berdasarkan GI mereka:

Makanan GI rendah (55 atau kurang)

  • Roti 100{97eedb18bcef765cfd5ae1f5706881693b751538d89d413bc1acefc35aca0452} gandum  (whole wheat)
  • Oatmeal, oat bran, muesli
  • Pasta, beras merah, barley, bulgar
  • Ubi jalar, jagung, ubi, kacang polong, lentil, dan kacang-kacangan lain
  • Buah-buahan pada umumnya, sayuran non-tepung, dan wortel

GI menengah (56-69)

  • Semua jenis gandum
  • Oatmeal siap saji
  • Coklat, nasi basmati

GI tinggi (70 atau lebih)

  • Roti putih atau bagel
  • Serpih jagung, beras kembung, bran flakes, dan oatmeal instant
  • Nasi putih shortgrain, pasta non-gandum
  • Kentang, labu
  • Pretzel, kue beras, popcorn, biskuit asin
  • Melon dan nanas

Apa yang mempengaruhi GI makanan?

Lemak dan serat cenderung menurunkan GI sebuah makanan. Sebagai aturan umum, semakin dimasak atau diolah suatu makanan, semakin tinggi GI makanan tersebut. Namun, hal ini tidak selalu benar.

Berikut contoh spesifik beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi GI suatu makanan:

  • Kematangan dan waktu penyimpanan – lebih matang buah atau sayuran, GI semakin tinggi
  • Pengolahan – jus memiliki GI tinggi dari buah yang utuh; kentang tumbuk memiliki GI lebih tinggi dari kentang panggang utuh, roti gandum utuh (whole wheat) memiliki GI lebih rendah dari roti gandum
  • Metode memasak – berapa lama makanan dimasak (pasta al dente memiliki GI lebih rendah dari pasta yang dimasak sampai lunak)
  • Ragam – nasi putih dengan butiran pendek memiliki GI lebih tinggi dari beras merah.

Pertimbangan lainnya

Nilai GI merupakan jenis karbohidrat dalam suatu makanan, tetapi tidak memberikan informasi tentang berapa jumlah karbohidrat yang biasanya dimakan. Ukuran porsi makanan masih relevan untuk mengelola tingkat glukosa darah, baik untuk menurunkan atau mempertahankan berat badan.

GI makanan berbeda ketika dimakan dan bila dikombinasikan dengan makanan lain. Ketika makan makanan dengan GI tinggi, Anda dapat menggabungkan dengan makanan GI rendah lainnya untuk mengimbangi efek pada kadar glukosa darah.

Banyak makanan bergizi memiliki GI tinggi dari makanan dengan nilai gizi sedikit. Misalnya, oatmeal memiliki GI tinggi dari cokelat. Penggunaan GI perlu diimbangi dengan prinsip gizi dasar variasi untuk makanan sehat dan penyesuaian makanan dengan beberapa nutrisi.

GI atau menghitung karbohidrat?

Tidak ada satu diet atau rencana makan yang cocok untuk semua orang dengan penyakit diabetes. Yang penting adalah untuk mengikuti rencana makan yang disesuaikan dengan preferensi pribadi dan gaya hidup, serta membantu mencapai tujuan untuk mengendalikan glukosa darah, kadar kolesterol dan trigliserida, tekanan darah, dan manajemen berat badan.

Penelitian menunjukkan, baik jumlah dan jenis karbohidrat dalam makanan mempengaruhi kadar glukosa darah. Studi juga menunjukkan jumlah total karbohidrat dalam makanan, secara umum, adalah prediktor kuat dari respon glukosa darah dari GI.

Berdasarkan penelitian, bagi kebanyakan orang dengan diabetes, alat pertama untuk mengelola glukosa darah adalah penghitungan karbohidrat.

Karena jenis karbohidrat dapat mempengaruhi glukosa darah, penggunaan GI mungkin membantu dalam “fine-tuning” manajemen glukosa darah. Dengan kata lain, menghitung GI dikombinasikan dengan menghitung karbohidrat dapat memberikan manfaat tambahan untuk mencapai tujuan kadar glukosa darah bagi individu yang ingin menempatkan usaha ekstra dalam pemantauan pilihan makanan mereka.