Kendalikan Kadar Gula Darah dengan Stevia

Meski asupan gula dikurangi, Anda masih bisa menikmati makanan atau minuman manis. Caranya, tukar gula dengan pemanis alami seperti stevia yang hampir tidak mengandung kalori.

Stevia berasal dari ekstrak daun tanaman Stevia rebaudiana. Tanaman ini mengandung bahan pemanis steviol glikosida, merupakan hasil olahan dari daunnya, yang sudah digunakan sebagai pemanis selama bertahun-tahun di Amerika Selatan dan Asia. Rasanya, 200 sampai 300 kali lebih manis dari pada gula biasa. Bisa dibilang, sejumput kecil bubuk stevia setara dengan sekitar satu sendok teh gula pasir.

Kendalikan Kadar Gula Darah dengan Stevia - Alodokter

Meski manisnya berkali-kali lipat, stevia hampir tidak mengandung kalori. Saat dikonsumsi, stevia akan dipecah menjadi steviol dan diserap oleh tubuh. Namun tubuh tidak akan menyimpan steviol, melainkan membuangnya dengan cepat dalam bentuk air seni dan kotoran.

Stevia dan Diabetes

Jika Anda menderita diabetes, jangan khawatir. Stevia diduga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Menurut penelitian terhadap 12 pasien diabetes dan 19 orang sehat, ditemukan bahwa stevia diduga mampu menurunkan kadar glukosa dan insulin secara signifikan. Dan meski kandungan kalorinya rendah, stevia tetap bisa membuat kita merasa kenyang serta puas setelah makan.

Beberapa penelitian lain pun menunjukkan, mengonsumsi 1000 mg ekstrak daun stevia yang mengandung kadar steviosid sebanyak 91{97eedb18bcef765cfd5ae1f5706881693b751538d89d413bc1acefc35aca0452} setiap hari diduga dapat mengurangi kadar gula darah setelah makan sebesar 18{97eedb18bcef765cfd5ae1f5706881693b751538d89d413bc1acefc35aca0452} pada penderita diabetes tipe 2.

Meski penelitian akan kegunaan stevia dalam mengontrol gula darah masih membutuhkan bukti dan studi lebih lanjut, namun stevia juga diduga memiliki sifat antioksidan dan antidiabetes, sehingga mampu melawan radikal bebas, meningkatkan toleransi glukosa secara signifikan, meningkatkan produksi dan kerja insulin, menstabilkan kadar gula darah, dan menurunkan risiko komplikasi pada penderita diabetes tipe 2.

Penggunaan Stevia

Stevia bisa menjadi pengganti gula pasir dan dicampurkan ke dalam kopi, teh, air limun, jus, smoothie, atau yogurt tanpa rasa. Selain itu, stevia juga bisa digunakan untuk membuat kue atau kukis, hanya saja kemungkinan akan meninggalkan sensasi rasa getir setelah dikonsumsi.

Namun meski alami, jangan sembarangan apalagi berlebihan dalam mengonsumsi stevia. Disarankan untuk mengonsumsi stevia sebanyak 4 mg/kg berat badan. Artinya, kalau berat badan Anda 50 kg, jangan sampai mengonsumsi stevia lebih dari 200 mg per hari. Perhatikan pula asupan gula dari makanan atau minuman lain yang tidak mengandung stevia.

Gula memang sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi utama. Tapi, terlalu banyak gula justru tidak baik bagi kesehatan dan dapat menimbulkan berbagai penyakit, salah satunya diabetes. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengurangi dan membatasi konsumsi gula sehari-hari untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa dalam darah. Hal tersebut berlaku untuk siapa saja, terutama bagi penderita penyakit diabetes.

Dalam mengendalikan kadar gula darah, perhatikan dari berbagai aspek yang memengaruhinya, disarankan untuk selalu menjaga pola hidup yang sehat dengan menjaga asupan bernutrisi secara seimbang, mengendalikan konsumsi gula harian, cukupi kebutuhan istirahat dan cairan tubuh, serta berolahragalah secara rutin dan teratur. Ingat, penggunaan stevia mungkin bisa membantu sebagai pengganti gula biasa, namun bukan berarti dapat menggantikan obat yang diberikan oleh dokter. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai penggunaan stevia, serta nutrisi dan pengobatan Anda.

Cara Mengendalikan Gula Darah untuk Hidup yang Lebih Sehat

Diabetes termasuk penyakit gangguan metabolisme yang menyebabkan kadar gula darah dalam tubuh menjadi terlalu tinggi. Namun, dengan rutin menjalani pengobatan sambil menerapkan cara hidup sehat, gula darah bisa dikontrol.

Gaya hidup dan kesehatan tubuh biasanya menjadi pokok perhatian bagi penderita diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2. Dengan menerapkan cara hidup sehat, Anda masih bisa beraktivitas dan menjalani hidup secara normal dan produktif.

Cara Mengendalikan Gula Darah untuk Hidup yang Lebih Sehat - Alodokter

Beragam Cara Mengendalikan Gula Darah

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam mengendalikan gula darah dan diabetes, yaitu:

  • Makan sehat
    Apa yang Anda makan dapat memengaruhi kadar gula darah. Oleh karena itu, menjaga asupan makan sangat penting bagi penderita diabetes. Dianjurkan untuk mengonsumsi banyak sayuran, buah, sumber serat yang cukup, ikan, dan mengurangi makanan mengandung gula tinggi, daging olahan, makanan olahan, serta makanan olahan yang asin.Jangan lupa untuk turut mengonsumsi biji-bijian utuh dan susu atau daging tanpa lemak serta hindari minuman dengan pemanis tambahan. Pelajari pula bagaimana menghitung ukuran dan porsi karbohidrat. Yang paling penting, jangan melupakan obat yang diberikan dokter untuk mengontrol gula darah Anda.
  • Olahraga
    Olahraga merupakan bagian penting dalam mengelola diabetes serta cara hidup sehat yang mudah. Ketika berolahraga, otot-otot menggunakan gula (glukosa) untuk mendapatkan energi. Tubuh pun menggunakan insulin dengan lebih efisien. Hasilnya, tingkat gula darah akan turun.Disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan olahraga apa yang cocok dan berapa lama waktunya. Periksa juga kadar gula darah Anda sebelum dan sesudah olahraga.
  • Rutin check up
    Disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin setidaknya setiap enam bulan sekali, mencakup pemeriksaan penyakit jantung, pengukuran kadar kolesterol dan tekanan darah, juga pemeriksaan fisik lainnya seperti mata, gigi, dan kaki.
  • Kurangi stres
    Stres dinilai dapat membuat kadar gula darah naik, hal itu karena hormon yang dihasilkan dalam tubuh saat stres dapat mencegah insulin bekerja dengan baik.Hindari stres dengan memperbanyak kegiatan yang Anda senangi, seperti membaca buku, jalan-jalan, atau mendengarkan musik, untuk membantu mengurangi stres. Selain itu, lakukan berbagai teknik relaksasi dan cukupi istirahat.
  • Berhenti merokok
    Merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi diabetes, seperti penyakit jantung, mata, stroke, ginjal, pembuluh darah, dan kerusakan saraf. Seorang penderita diabetes yang merokok dinilai lebih mungkin meninggal karena penyakit kardiovaskular dibandingkan yang tidak merokok. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapat saran mengenai cara berhenti merokok yang tepat.

Selain itu, batasi asupan alkohol karena dapat memengaruhi peningkatan gula darah, tergantung pada seberapa banyak yang Anda minum. Jika tetap ingin minum alkohol, disarankan untuk tidak minum lebih dari satu gelas. Hitung konsumsi alkohol sebagai asupan karbohidrat yang harus dibatasi setiap hari. Selain itu, penting untuk memeriksa kadar gula darah sebelum tidur.

Ada beragam cara melakukan cara hidup sehat guna mengontrol gula darah. Jangan segan untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

Makanan Penurun Gula Darah Ternyata Mudah Didapat

Sebenarnya makanan penurun gula darah ada di sekitar kita. Misalnya, bawang putih, kayu manis, dan avokad. Cara kerja makanan-makanan ini dalam menurunkan gula darah pun berbeda-beda. Ada yang bersifat menurunkan resistensi insulin, meningkatkan jumlah insulin, dan ada yang langsung mengurangi kadar gula darah saat puasa.

Pada intinya, Anda yang mengidap diabetes tetap dapat hidup sehat dengan menjaga kondisi gula darah normal berkat mengontrol asupan makanan. Selain itu, menentukan jenis-jenis makanan yang dikonsumsi dengan tepat dapat mencegah Anda dari lapar dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Makanan Penurun Gula Darah Ternyata Mudah Didapat - Alodokter

Diabetes adalah kondisi tubuh yang mana kadar gula dalam darah melebihi batas normal. Makanan yang mengandung karbohidrat tinggi dapat memicu naiknya kadar gula darah tersebut, contohnya adalah nasi putih, dan pasta. Termasuk juga makanan yang berbahan dasar tepung, seperti roti. Jangan keliru, bahkan susu, buah-buahan tertentu, dan hidangan penutup bisa mengandung karbohidrat tinggi.

Makanan yang Dapat Membantu Menurunkan Kadar Gula Darah

Ada beberapa makanan penurun gula darah yang dapat Anda konsumsi sebagai upaya mengurangi kadar gula. Makanan-makanan tersebut adalah:

Ceri

Buah ceri kaya akan zat anthocyanin. Hal ini juga berhubungan dengan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Jika sensitivitas tubuh terhadap insulin menurun, hormon tersebut tidak dapat bekerja dengan baik dalam mengontrol gula darah. Penelitian telah membuktikan bahwa wanita yang rutin mengonsumsi anthocyanin, tingkat sensitivitas tubuh terhadap insulin menjadi lebih tinggi.

Avokad

Manfaat avokad bisa menjadi salah satu pilihan makanan penurun gula darah. Buah yang satu ini dapat menurunkan risiko sindrom metabolik, kumpulan beberapa beberapa penyakit di mana salah satunya adalah diabetes. Hal ini sudah dibuktikan melalui penelitian. Satu hal lagi, jika Anda berencana menurunkan kadar gula dalam darah, jangan lupakan asam lemak tak jenuh tunggal yang terkandung dalam banyak makanan termasuk avokad.

Kombinasi makanan berjenis karbohidrat dengan asam lemak tak jenuh tunggal dapat membantu memperbaiki kadar gula dalam darah serta meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Sebab, sensitivitas tubuh terhadap insulin yang menurun adalah salah satu tanda-tanda menuju diabetes.

Cuka sari apel

Konsumsilah cuka sari apel yang sudah dicampur dengan air sebelum makan. Manfaatnya dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah mengonsumi makanan yang mengandung tepung bagi para penderita pradiabetes dan diabetes tipe 2. Penelitian juga sudah membuktikan bahwa minum cuka sari apel yang dicampur air dapat membantu meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap hormon insulin.

Blueberry

Manfaat blueberry sangat banyak, di antaranya adalah sumber anthocyanin, serat larut, serta berbagai nutrisi lain yang penting bagi penderita obesitas yang sudah terindikasi mengalami pradiabetes. Penelitian juga sudah membuktikan bahwa penderita pradiabetes yang mengonsumsi blueberry smoothie satu hari sekali selama enam minggu berhasil menunjukkan perbaikan kondisi, yaitu meningkatnya kepekaan tubuh terhadap insulin.

Tips Memilih Makanan yang Tepat Agar Gula Darah Tidak Melonjak

Selain mengonsumsi makanan penurun gula darah, ada beberapa tips dalam memilih asupan sehari-hari, yaitu:

  • Tidak malas memeriksa daftar makanan yang aman untuk dikonsumsi
  • Bijak dalam memilih dan mengonsumsi karbohidrat dan makanan yang mengandung gula
  • Batasi makanan yang mengandung lemak tidak sehat.

Anda dapat memilih makanan penurun gula darah sesuai selera. Meskipun demikian, Anda tetap disarankan untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsinya dan tetap mengontrol asupan makanan sehari-hari. Bagaimana pun, Andalah yang memegang kendali atas kesehatan tubuh sendiri.

Terakhir diperbarui: 15 Maret 2017
Ditinjau oleh: dr. Marianti

Cara Ampuh Menurunkan Gula Darah

Ada banyak cara menurunkan gula darah, mulai dari mengubah gaya hidup hinggamengonsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan tubuh. Untuk itu, dibutuhkan tekad yang kuat. Ini penting dilakukan, terlebih jika Anda berisiko menderita diabetes atau sedang mengalaminya.

Meningkatnya gula darah dapat disebabkan oleh dua hal, kurangnya produksi insulin atau ketika tubuh tidak dapat mengirimkan gula dari darah ke sel secara efektif. Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah, saraf, serta organ tertentu, seperti mata, ginjal, otak, dan jantung.

Cek Cara Menurunkan Gula Darah di Sini - Alodokter

Gula darah yang tinggi dapat ditandai dengan gejala kelelahan, sering haus, penglihatan kabur, sakit perut, sering buang air kecil, nafsu makan meningkat, kesemutan di kaki dan tangan, serta luka yang sulit sembuh. Selain penyakit diabetes, kadar gula darah yang tinggi dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya, seperti kebutaan, stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Untuk mencegah munculnya penyakit-penyakit terkait tingginya kadar gula darah tersebut, penting untuk mengenal cara menurunkan gula darah tinggi agar kadar gula darah dapat terkontrol.

Cara Menurunkan Gula Darah

Salah satu cara untuk menurunkan gula darah adalah dengan mengubah gaya hidup demi mencegah penyakit ataupun mengurangi gejala yang disebabkan oleh kadar gula darah tinggi. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk membantu tubuh mengontrol gula darah:

  • Menurunkan berat badan
    Bagi Anda yang memiliki berat badan berlebih, disarankan untuk menurunkan berat badan menuju ke berat ideal. Bahkan, hanya dengan menurunkan 7{97eedb18bcef765cfd5ae1f5706881693b751538d89d413bc1acefc35aca0452} berat badan, risiko diabetes akan berkurang hingga sekitar 50{97eedb18bcef765cfd5ae1f5706881693b751538d89d413bc1acefc35aca0452}.
  • Memiliki ukuran pinggang yang sehat
    Ukuran lingkar pinggang di bawah 89 cm bagi wanita dan di bawah 102 cm bagi pria merupakan ukuran yang disarankan. Ukuran lingkar pinggang yang melebihi standar tersebut dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan naiknya kadar gula darah, yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2.
  • Berolahraga teratur
    Olahraga teratur dapat membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga sel tubuh bisa menggunakan gula darah sebagai sumber energi dengan lebih efisien. Olahraga yang baik untuk dilakukan sebagai cara menurunkan kadar gula darah adalah jalan cepat, lari, bersepeda, menari, mendaki gunung, berenang, dan latihan angkat beban.
  • Tidur yang cukup
    Tidur cukup yang berkualitas dapat membantu tubuh menekan kadar gula darah. Untuk mencukupinya disarankan tidur selama 7 – 9 jam setiap hari. Pola tidur yang buruk dan waktu tidur yang kurang dapat meningkatkan nafsu makan, sehingga berat badan bertambah. Penelitian juga menunjukkan bahwa gangguan tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin, sehingga gula darah meningkat.
  • Memonitor gula darah 
    Bagi Anda yang berisiko menderita diabetes atau sudah terdiagnosis terkena diabetes, ukur dan catat kadar gula darah setiap harinya. Hal itu berguna untuk mengatur jumlah makanan yang Anda konsumsi.
  • Mengontrol tingkat stres 
    Hormon glukagon dan kortisol yang dikeluarkan oleh tubuh saat stres dapat meningkatkan kadar gula darah. Cobalah mengurangi stres dengan yoga dan relaksasi.
  • Mengontrol porsi makanan
    Porsi makanan yang terkontrol dapat membantu Anda mengurangi asupan kalori dan menurunkan lonjakan gula darah. Disarankan untuk makan dengan piring kecil secara perlahan-lahan dan membiasakan diri untuk memperhatikan jumlah kalori yang tertera pada label makanan. Hanya makan satu atau dua kali sehari dalam porsi besar dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang tinggi. Anda disarankan untuk makan tiga kali sehari dengan porsi sedang, dan jika ingin mengemil, makanlah camilan sehat seperti buah.

Perhatikan yang Anda Konsumsi

Pilah pilih makanan dan minuman juga perlu disesuaikan bagi Anda yang ingin menurunkan kadar gula darah, di antaranya:

  • Minum air putih 
    Air putih dapat mengurangi rasa haus dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Minum air putih secara teratur dapat membantu ginjal untuk mendorong gula darah berlebih keluar lewat urine serta mencegah dehidrasi.
  • Meningkatkan asupan serat
    Serat memperlambat pencernaan karbohidrat dan penyerapan gula, sehingga gula darah meningkat secara bertahap. Jumlah asupan serat harian yang direkomendasikan adalah 25 gram untuk wanita dan 38 gram untuk pria. Berikut ini adalah makanan yang kaya akan serat, yaitu brokoli, kol, ketimun, wortel, bayam, selada, kubis, kacang-kacangan, chia seed, gandum utuh, dan buah-buahan.
  • Memilih makanan dengan indeks glikemik rendah
    Indeks glikemik digunakan untuk mengukur respons tubuh terhadap pelepasan gula darah dari makanan. Makanan yang berindeks glikemik rendah dapat mencegah lonjakan kadar gula darah pada penderita diabetes. Makanan dengan indeks glikemik rendah adalah buah-buahan, sayuran berdaun hijau, gandum utuh, kacang almond dan kacang-kacangan lainnya, talas, jagung, ubi, bawang putih, telur, dan ikan.
  • Mencoba cuka apel
    Berbagai jenis cuka dapat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam tubuh. Bagi penderita diabetes tipe 2, salah satu cara untuk menurunkan kadar gula darah adalah dengan minum satu sendok makan cuka apel setelah selesai makan. Akan tetapi efektivitas cuka apel sebagai metode pengobatan diabetes masih belum jelas. Apabila Anda juga mengonsumsi obat penurun gula darah, harap berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum mengonsumsinya.
  • Membumbui dengan kayu manis 
    Kayu manis dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah dalam tubuh hingga 29{97eedb18bcef765cfd5ae1f5706881693b751538d89d413bc1acefc35aca0452}. Kayu manis dapat memperlambat penguraian karbohidrat dalam saluran pencernaan dan mengontrol kenaikan gula darah sesudah makan. Dosis yang dianjurkan adalah sekitar setengah hingga dua sendok teh.
  • Menjauhi makanan berlemak dan bergula tinggi
    Pantangan untuk Anda yang ingin menurunkan kadar gula darah adalah mengonsumsi makanan dengan kadar lemak dan gula yang tinggi. Disarankan menjauhi makanan yang terlalu manis seperti kue dan es krim, serta makanan berlemak tinggi seperti mentega, atau gorengan. Disarankan juga untuk menjauhi minuman beralkohol.

Gula darah berfungsi sebagai bahan bakar tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari, namun Anda dianjurkan menerapkan cara menurunkan gula darah di atas untuk menghindari berbagai kondisi yang bisa membahayakan kesehatan Anda. Jika Anda kesulitan untuk menurunkan gula darah, cobalah untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Terakhir diperbarui: 5 Desember 2018
Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

Cegah Gula Darah Rendah dengan Cara Ini

Gula darah rendah atau hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah atau glukosa di dalam tubuh berada di bawah kadar normal. Jika kadar glukosa sangat rendah, otot dan sel-sel pada otak akan kekurangan energi sehingga tidak dapat bekerja dengan baik.

Gula darah rendah dapat terjadi pada seseorang yang belum makan selama beberapa jam. Akan tetapi, gula darah rendah lebih sering terjadi pada orang-orang dengan diabetes karena penggunaan obat-obatan insulin atau obat antidiabetes yang diminum. Risiko penurunan gula darah akan lebih besar pada penderita diabetes yang berolahraga lebih berat daripada biasanya, makan lebih sedikit daripada biasanya atau menjalani diet yang terlalu ketat, dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Cegah Gula Darah Rendah dengan Cara Ini - Alodokter

Cara Mencegah Gula Darah Rendah

Bagi Anda yang rentan terserang hipoglikemia, atau penderita diabetes yang ingin menghindari gula darah rendah, beberapa cara berikut ini dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kondisi tersebut:

  • Memeriksa kadar gula darah secara teratur
    Rajin-rajinlah memeriksa kadar gula darah sesuai anjuran dari dokter. Anda dapat melakukan pemeriksaan gula darah sendiri menggunakan glukometer (alat pengukur gula darah) di rumah. Pelajari cara penggunaannya sesuai petunjuk pemakaian alat atau pengarahan dokter.
  • Mengatur pola makan yang teratur
    Usahakan untuk mengatur jadwal makan menjadi tiga kali makan besar yang diselingi dengan makanan ringan. Atur jadwal makan Anda agar berselang empat atau lima jam sekali, dan jangan pernah melewatkan waktu makan. Jangan lupa juga untuk mengganti kalori yang terbuang apabila Anda merasa telah beraktivitas lebih banyak daripada biasanya.
  • Pilih menu makanan seimbang
    Konsumsi menu makan seimbang dapat membantu mencegah Anda dari kondisi gula darah rendah. Pastikan untuk mencukupi asupan protein, seperti daging ayam tanpa kulit, ikan, telur, kacang kedelai, atau tahu dan tempe, dalam menu makanan Anda. Proteinakan membantu menjaga gula bertahan lebih lama selama diserap oleh tubuh.
    Selain itu, jangan lewatkan karbohidrat kompleks yang bisa didapat dari beras merah atau roti gandum. Lengkapi diet sehatmu dengan buah-buahan yang merupakan sumber gula alami, seperti buah semangka, pisang, pir, mangga dan anggur.
  • Sedia camilan
    Siapkan makanan ringan yang mengandung karbohidrat dan protein di kantor, di rumah, atau di perjalanan. Makanan ringan atau camilan dapat membantu mencegah gula darah rendah.
  • Patuhi petunjuk dokter
    Anda yang menderita diabetes disarankan selalu mematuhi petunjuk dokter dalam mengonsumsi obat-obat antidiabetes, termasuk insulin. Aturan pola makan dari dokter atau ahli gizi Anda juga harus dipatuhi. Tujuannya adalah agar gula darah tetap stabil dan terhindar dari komplikasi penyakit.

Mengendalikan kadar gula darah untuk menghindari gula darah rendah memang membutuhkan kedisiplinan, terutama dalam mengatur pola makan. Namun kadang pengaturan pola makan saja belum cukup, jadi jangan ragu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2019
Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

Berapa Kadar Gula Darah Normal pada Tubuh?

Memiliki kadar gula darah normal pada tubuh sangat penting karena bisa menunjang kinerja tubuh dan membuat Anda tetap sehat. Namun apakah Anda tahu berapa kadar gula darah normal yang harus Anda miliki?

Sebenarnya kadar gula darah normal tidak berpatokan pada satu angka baku. Kadar ini bisa berubah seperti saat sebelum dan sesudah Anda makan atau juga saat waktunya tidur.

Berapa Kadar Gula Darah Normal pada Tubuh? - Alodokter

Kisaran Kadar Gula Darah yang Normal

Seusai makan, sistem pencernaan Anda akan memecah karbohidrat menjadi gula atau glukosa yang bisa diserap oleh aliran darah. Zat tersebut sangat penting untuk sumber energi sel-sel tubuh Anda. Darah mengalirkan zat gula ini menuju sel-sel tubuh guna menjadikannya energi.

Namun, zat gula ini harus melewati sebuah ‘pintu’ untuk memasuki sel-sel tersebut. Hormon yang berperan dalam membuka ‘pintu’ itu adalah insulin. Insulin dihasilkan oleh pankreas. Setelah memasuki sel, zat gula ini akan dibakar menjadi energi yang bisa Anda pakai. Gula yang lebih akan disimpan di hati untuk dipakai di kemudian hari.

Berikut kisaran kadar gula darah normal pada tubuh:

  • Sebelum makan: sekitar 70-130 mg/dL
  • Dua jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dL
  • Setelah tidak makan (puasa) selama setidaknya delapan jam: kurang dari 100 mg/dL
  • Menjelang tidur: 100 – 140 mg/dL

Mengenali Tanda Kekurangan dan Kelebihan Gula Darah

Menjaga kadar gula darah agar dalam angka normal sangat penting. Gula darah terlalu rendah (hipoglikemia) atau tinggi (hiperglikemia) bisa berdampak negatif pada tubuh Anda. Jika gula darah Anda di bawah 70 mg/dL maka Anda mengalami hipoglikemia. Anda dikatakan mengalami hiperglikemia jika kadar gula darah Anda lebih dari 200 mg/dL.

Efek terlalu rendahnya kadar gula darah antara lain:

  • Tubuh lemas
  • Kulit pucat
  • Berkeringat
  • Kelelahan
  • Gelisah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah marah
  • Kesemutan di area mulut
  • Tidak mampu berdiri atau berjalan
  • Kejang
  • Jantung berdebar

Efek terlalu tingginya kadar gula darah antara lain:

  • Bobot tubuh berkurang
  • Nafsu makan meningkat
  • Tubuh lelah
  • Haus
  • Sering buang air kecil
  • Mudah gelisah
  • Penglihatan buram
  • Kulit kering, memerah dan terasa panas
  • Sering infeksi gigi

Cara Mempertahankan Kadar Gula Darah Normal

Untuk menghindari efek gula darah terlalu rendah atau tinggi, mari jaga kadar gula darah Anda agar tetap dalam batas normal. Berikut cara-cara yang bisa Anda lakukan:

  • Olahraga rutin
    Dengan rutin olahraga, Anda bisa menstabilkan gula darah. Lakukan olahraga setidaknya 2,5 jam per minggu secara teratur. Anda bisa melatih kekuatan otot-otot tubuh karena peranannya dalam menggunakan dan menyimpan gula sangat besar. Hal tersebut bisa membuat kadar gula darah tetap normal. Namun ingat, jangan berlebihan melakukan aktivitas fisik karena hal tersebut bisa memicu hipoglikemia.
  • Perhatikan asupan makanan
    Sebaiknya batasi konsumsi karbohidrat. Sumber karbohidrat yang bisa Anda pilih yaitu ubi, pasta dari biji-bijian utuh, dan nasi merah. Makanan lain yang bagus untuk Anda konsumsi yaitu kacang-kacangan seperti almond, ikan salmon, daging dada ayam tanpa kulit,  brokoli, bayam, dan kayu manis.
  • Makan tepat waktu
    Jangan melewatkan waktu makan Anda, terutama sarapan. Jika hal ini terjadi, rasa lapar akan meningkat di jam makan berikutnya. Hasilnya Anda akan makan secara berlebihan, kemudian naiklah gula darah Anda. Makan tiga kali sehari ditambah dua camilan bernutrisi di sela-sela jam makan bisa membantu gula darah tetap normal.
  • Hindari stres
    Sebaiknya segera atasi stres yang Anda alami, karena kondisi ini bisa membuat kadar gula darah Anda meningkat.
  • Selalu sedia camilan manis
    Selalu bawa camilan manis seperti permen untuk mencegah kadar gula darah menurun drastis. Namun jangan mengonsumsinya secara berlebihan.

Untuk mengetahui kadar gula darah normal, tes gula darah bisa dilakukan di rumah sakit, atau jika ingin praktis Anda bisa membeli alat tes gula darah yang bisa dipakai di rumah. Namun, untuk memantau kadar gula darah selama 2 sampai 3 bulan terakhir, diperlukan tes haemoglobin A1c (HbA1c) di laboratorium. Sebaiknya konsultasi ke dokter untuk mengetahui jenis tes darah yang dibutuhkan.

Terakhir diperbarui: 9 Maret 2018
Ditinjau oleh: dr. Allert Noya

Mengenal Macam-macam Tes Gula Darah

Tes gula darah ada bermacam-macam, dengan fungsi yang berbeda. Tes gula darah dapat dilakukan sekadar untuk mengetahui kadar gula di dalam darah, mendiagnosa penyakit diabetes, maupun untuk mengevaluasi apakah kadar gula darah penderita diabetes terkontrol atau tidak.

Kadar gula darah selalu mengalami perubahan, terutama sebelum dan setelah makan. Kadar gula darah normal sebelum makan berkisar antara 70-130 mg/dL. Sedangkan setelah delapan jam puasa, kadar gula darah seharusnya kurang dari 100 mg/dL. Bila tes gula darah dilakukan dua jam setelah makan, hasil yang normal adalah kurang dari 140 mg/dL.

 

Mengenal Macam-macam Tes Gula Darah - Alodokter

Pemeriksaan gula darah bisa dilakukan di laboratorium klinik, bisa juga dilakukan sendiri di rumah menggunakan alat yang disebut glukometer. Caranya adalah dengan menusuk ujung jari dengan jarum khusus hingga mengeluarkan sedikit darah. Darah kemudian diteteskan pada strip glukosa, yang tertancap pada alat glukometer. Hasilnya sudah bisa didapatkan hanya dalam waktu 10-20 detik.

Jenis-Jenis Tes Gula Darah

Berdasarkan waktu pengambilan darah dan cara pengukurannya, tes gula darah dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

Tes gula darah sewaktu

Tes gula darah ini dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu berpuasa dan tanpa memerhatikan kapan terakhir Anda makan. Tes ini dapat dilakukan untuk memantau kadar gula darah pada penderita diabetes, atau untuk menilai tinggi-rendahnya gula darah pasien dengan kondisi tertentu, misalnya lemas atau pingsan.

Tes gula darah sewaktu tidak bisa dipakai untuk mendiagnosa penyakit diabetes. Orang tanpa diabetes bisa saja mendapatkan hasil yang tinggi dalam pemeriksaan ini, jika ia baru saja mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi, misalnya es krim atau kue yang manis.

Tes gula darah puasa

Tes ini digunakan sebagai tes pertama untuk mendiagnosa kondisi prediabetes atau penyakit diabetes. Sebelum tes gula darah ini dilakukan, Anda perlu menjalani puasa selama semalaman atau setidaknya selama delapan jam.

Tes gula darah dua jam setelah makan (post prandial)

Sepuluh menit setelah makan, kadar gula darah akan mulai mengalami kenaikan, dan mencapai puncaknya setelah dua jam. Gula darah akan turun kembali ke kondisi normal 2-3 jam kemudian.

Tes gula darah post prandial dilakukan dua jam setelah pasien makan, dan biasanya dikerjakan setelah tes gula darah puasa. Tes ini dapat menggambarkan kemampuan tubuh dalam mengontrol kadar gula dalam darah, yang terkait dengan jumlah serta sensitivitas insulin di dalam tubuh.

Tes hemoglobin A1c (HbA1c)

Tes darah ini dilakukan untuk mengetahui jumlah rata-rata gula darah dalam 2-3 bulan terakhir. Tes ini mengukur persentase gula darah yang melekat pada hemoglobin (Hb). Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk mendiagnosa diabetes serta untuk mengetahui terkontrol atau tidaknya kadar gula darah pada penderita diabetes.

Jika kadar HbA1C Anda lebih dari 6,5 persen dalam dua kali pemeriksaan dengan waktu yang berbeda, kemungkinan Anda menderita diabetes atau penyakit diabetes Anda tidak terkontrol. Kadar antara 5,7-6,4 persen mengindikasikan prediabetes, dan di bawah 5,7 persen dianggap normal.

Mengontrol Kadar Gula Darah

Kenaikan kadar gula darah yang tidak mencapai angka diabetes disebut dengan kondisi prediabetes. Jika didiamkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes.

Bagi orang dengan prediabetes, cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah adalah melakukan perubahan gaya hidup, yaitu dengan mengatur pola makan dan rutin berolahraga. Sedangkan pada penderita diabetes, kadar gula darah harus dikontrol, baik dengan pengaturan pola makan maupun konsumsi obat-obatan.

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu lama akan merusak pembuluh darah, serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan aterosklerosis.

Penderita diabetes dianjurkan untuk melakukan tes gula darah secara berkala dan rutin memeriksakan diri ke dokter. Dengan demikian, dokter dapat memantau apakah kadar gula darah penderita sudah terkontrol dengan pengobatan yang diberikan.

Tes gula darah memang penting untuk mendiagnosa penyakit diabetes. Namun, tidak semua tes gula darah dapat digunakan untuk tujuan tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan tes gula darah. Jangan lupa, konsultasikan juga hasilnya dengan dokter.

 

 

 

Terakhir diperbarui: 11 April 2019
Ditinjau oleh: dr. Marianti

Tidak Ada yang Namanya Diabetes Kering atau Diabetes Basah

Penderita diabetes di Indonesia kerap mengkategorikan penyakit tersebut ke dalam dua jenis, yaitu diabetes kering dan diabetes basah. Di dalam dunia medis sendiri, sebenarnya tidak ada istilah diabetes kering ataupun basah.

Secara umum terdapat tiga jenis diabetes, yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional selama masa kehamilan. Meskipun jenis diabetesnya berbeda, akan tetapi kondisi tersebut sama-sama menandakan bahwa seseorang memiliki kadar gula yang tinggi di dalam darah.

Tidak Ada yang Namanya Diabetes Kering atau Diabetes Basah - Alodokter

Penyebab Luka pada Diabetes Sulit Sembuh

Penyakit diabetes kerap membuat penderitanya rentan mengalami luka yang tak kunjung sembuh, terutama di bagian kaki. Orang Indonesia sering menyamakan kondisi ini sebagai diabetes basah. Luka sekecil apa pun pada penderita diabetes harus segera ditangani dengan benar. Pasalnya, luka diabetes yang tidak segera teratasi dapat berubah menjadi ulkus diabetikum, yang sering terjadi di kaki penderita diabetes. Dalam beberapa kasus, ulkus yang parah menyebabkan kaki penderita diabetes harus diamputasi.

Terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan luka tersebut sulit untuk disembuhkan, yaitu:

  • Buruknya sirkulasi darah
    Tingginya kadar gula dalam darah bisa mengakibatan berbagai komplikasi. Salah satunya adalah penyempitan pembuluh darah arteri atau penyakit arteri perifer. Kondisi ini membuat aliran darah dari jantung menuju ke seluruh bagian tubuh menjadi terhambat, sehingga pasokan oksigen dan nutrisi menjadi sulit tersalurkan ke seluruh tubuh. Padahal, bagian tubuh yang luka sangat membutuhkan oksigen dan nutrisi yang terkandung dalam darah untuk mempercepat proses penyembuhan.
  • Menurunnya sistem kekebalan tubuh
    Meningkatnya kadar gula dalam darah menyebabkan sel-sel yang bertugas untuk menjaga kekebalan tubuh melemah. Oleh karenanya, luka sedikit saja bisa mengakibatkan infeksi parah. Bila sudah begini, sel-sel kekebalan tubuh tidak bisa menyembuhkan atau mengeringkan luka dengan cepat pada penderita diabetes.
  • Kerusakan saraf
    Salah satu faktor sulitnya penyembuhan atau pengeringan luka pada penderita diabetes yaitu neuropati (kerusakan saraf). Neuropati sendiri merupakan kondisi di mana tubuh tidak bisa merasakan sesuatu atau mati rasa. Hal ini dikarenakan saraf-saraf di dalam tubuh sudah rusak akibat tingginya kadar gula darah yang menyebabkan jaringan saraf tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. Biasanya kondisi ini lebih banyak terjadi pada bagian kaki dan tangan. Karena tidak merasakan sakit apa pun di daerah yang luka, Anda mungkin tidak sadar bila lukanya mengalami gesekan, bertambah parah, atau terbentuk luka yang baru.

Penanganan Luka Penderita Diabetes

Tidak seperti orang normal, penderita diabetes perlu mewaspadai jika anggota tubuhnya terluka, terutama di bagian kaki, karena luka sekecil apa pun jika tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan kondisi tubuh secara keseluruhan.

Berikut adalah pertolongan pertama penanganan luka pada penderita diabetes:

  • Bersihkan area luka dari kotoran dengan menggunakan sabun dan air mengalir, secara rutin. Setelah luka bersih, oleskan salep antibiotik pada bagian kaki yang luka. Kemudian tutup luka dengan perban yang steril.
  • Hindari menggunakan obat antiseptik, cairan pembersih luka yang mengandung alkohol, ataupun produk yang berbahan yodium. Produk-produk tersebut justru menyebabkan iritasi pada kulit Anda.
  • Hindari menggunakan sepatu sempit yang membuat kaki Anda tertekan. Tekanan yang berlebihan pada area luka memungkinkan luka bertambah parah.
  • Jaga aliran darah agar tetap lancar, caranya dengan menaikkan kaki dan pertahankan posisi kaki yang lurus agar aliran darah tidak semakin terganggu.
  • Perhatikan selalu tanda-tanda infeksi yang muncul pada luka. Gejala munculnya infeksi bisa berupa rasa sakit, kemerahan, muncul nanah, lokasi luka terasa panas dan bengkak, serta demam.

Perlu diingat, jika luka di bagian kaki tidak sembuh setelah mendapatkan perawatan mandiri, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter, supaya luka tidak semakin memburuk dan menjadi sulit untuk di tangani.

Mencegah Luka Pada Penderita Diabetes

Mengingat risiko munculnya luka pada penderita diabetes terlalu tinggi, maka ada baiknya melakukan tindakan pencegahan sebelum luka terjadi. Berikut adalah hal yang dapat dilakukan sebagai pencegahan:

  • Rutinlah membersihkan kaki dengan menggunakan air hangat. Setelah itu, keringkan seluruh anggota badan, terutama di antara jari-jari kaki. Gunakan losion untuk menjaga kulit tetap lembap.
  • Gosok perlahan permukaan kaki dengan batu apung atau alat khusus untuk menghaluskan permukaan kaki. Hal ini juga dapat dilakukan sebagai pencegahan terhadap munculnya kapalan dan mata ikan pada kaki.
  • Gunakan selalu alas kaki ketika sedang berada di luar rumah ataupun di dalam rumah. Ini bertujuan untuk menghindari cedera pada bagian kaki. Hindari penggunaan kaos kaki yang terlalu ketat karena dapat mengurangi aliran darah.
  • Hindari mengenakan sepatu yang tidak nyaman, seperti sepatu berhak tinggi. Sebagai gantinya, pililah sepatu yang memiliki bantalan tumit dan berukuran lebih besar dari kaki Anda.
  • Potong kuku Anda dengan hati-hati. Ini dimaksudkan untuk menghindari cedera kaki akibat terkena gunting kuku. Mintalah bantuan kepada orang lain, bila Anda tidak mampu memotong kuku sendiri.
  • Periksa kondisi kaki setiap hari, pastikan kondisi kaki normal dan tidak terdapat tanda-tanda luka dan infeksi.

Selain melakukan pencegahan luka seperti yang sudah dijelaskan di atas. Anda pun perlu mengelola diabetes dengan mengonsumsi makanan sehat, tidak merokok, dan berolahraga secara teratur.

Ingat juga, istilah diabetes kering ataupun diabetes basah sebenarnya tidak ada dalam istilah medis. Apa pun jenis diabetesnya, Anda harus tetap memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang lengkap dan pengobatan yang tepat. Jika terdapat luka diabetes dan sulit merawatnya di rumah, Anda dapat mendatangi rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat untuk melakukan perawatan luka.

Terakhir diperbarui: 29 September 2018
Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pengobatan diabetes insipidus bergantung kepada jenis yang diderita. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi jumlah urine yang dihasilkan oleh tubuh dan mengendalikan gejala yang muncul.

Pengobatan Diabetes Insipidus Kranial

Jika Anda menghasilkan urine sebanyak 3-4 liter dalam satu hari (24 jam), kondisi ini dianggap sebagai diabetes insipidus kranial ringan. Kondisi ini tidak memerlukan pengobatan khusus. Anda bisa meredakan gejala yang muncul dengan meningkatkan konsumsi air putih Anda untuk menghindari dehidrasi. Dokter akan menyarankan setidaknya mengonsumsi 2,5 liter dalam satu hari.

Jika kondisi yang Anda alami cukup parah dan disebabkan oleh rendahnya produksi hormon antidiuretik, maka mengonsumsi banyak air belum cukup untuk meredakan gejala yang muncul. Berikut ini beberapa obat yang mungkin digunakan untuk mengatasi kondisi yang dialami.

  • Desmopressin. Obat ini berfungsi seperti hormon antidiuretik. Obat ini akan menghentikan produksi urine. Desmopressin adalah hormon antidiuretik buatan dan memiliki fungsi lebih kuat dari hormon aslinya. Obat ini bisa berbentuk obat semprot hidung atau tablet. Efek samping yang mungkin terjadi adalah sakit kepala, sakit perut, mual, mimisan, atau hidung berair atau tersumbat. Untuk tahu lebih banyak tentang obat ini, tanyakan kepada dokter atau apoteker.
  • Thiazide diuretik. Obat ini berfungsi membuat urine menjadi lebih pekat dengan cara mengurangi kadar airnya. Efek samping yang mungkin terjadi akibat obat ini adalah pusing ketika berdiri, gangguan pencernaan, kulit menjadi lebih sensitif, dan bagi pria, mengalami disfungsi ereksi.
  • Obat Anti-inflamasi Non-steroid. Jika kelompok obat ini dikombinasikan dengan thiazide diuretik, obat ini bisa menurunkan jumlah urine yang dikeluarkan oleh tubuh.

Pengobatan Diabetes Insipidus Nefrogenik

Jika kondisi yang Anda alami disebabkan oleh obat seperti lithium dan tetracycline, dokter spesialis penyakit hormon akan meminta Anda berhenti mengonsumsinya dan mencari obat penggantinya. Jika tidak disarankan oleh dokter, jangan berhenti mengonsumsi obat yang telah diresepkan dokter.

Jika organ ginjal mengalami gangguan dan tidak bisa merespons hormon antidiuretik sehingga menyebabkan diabetes insipidus nefrogenik, maka Anda akan disarankan untuk meminum banyak air putih agar terhindar dari dehidrasi. Obat desmopressin tidak bisa mengatasi kondisi ini.

Mengurangi asupan garam juga akan membantu ginjal dalam menyimpan air dan mengurangi volume urine. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah pola makan Anda. Untuk mengurangi jumlah produksi urine dari organ ginjal, kombinasi thiazide diuretik dan obat antiinflamasi non-steroid akan diresepkan pada diabetes insipidus nefrogenik yang parah.

Ditinjau oleh: dr. Marianti

Pengobatan Diabetes Tipe 2

Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menangani diabetes tipe 2. Dokter akan menentukan metode yang tepat dan sesuai dengan kondisi pasien.

Diet dan berolahraga

Metode ini perlu dilakukan untuk menangani diabetes, termasuk tipe 2. Selain menurunkan kadar gula dalam darah, menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang juga dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi penyakit.

Dokter akan menganjurkan pasien untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan serat dan rendah lemak. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi, dan tipe olahraga beserta frekuensinya yang dianjurkan. Ketentuan pola makan dan olahraga pada tiap orang dapat berbeda, sesuai kondisi tubuh.

Pemberian Obat

Dokter juga dapat meresepkan obat kepada pasien diabetes tipe 2 ketika penanganan dengan menerapkan pola hidup sehat tidak cukup efektif. Beberapa obat yang dapat digunakan untuk menangani diabetes tipe 2 meliputi:

  • Metformin, untuk mengurangi produksi gula pada hati.
  • Meglitinide dan sulfonylurea, untuk merangsang kerja pankreas agar memproduksi insulin lebih banyak. Contoh obat meglitinide adalah nateglinide, dan contoh obat sulfonylureaadalah glibenclamide.
  • DPP-4, untuk meningkatkan produksi insulin dan mengurangi produksi gula oleh hati. Contoh obat ini adalah sitagliptin.
  • GLP-1 receptor agonist. Obat dapat memperlambat proses pencernaan makanan, terutama yang mengandung gula, sekaligus menurunkan kadar gula dalam darah. Contohnya exenatide.
  • SGLT2 inhibitor. Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi ginjal membuang lebih banyak gula. Contohnya dapagliflozin.

Sebelum menggunakan obat, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu, agar dapat ditentukan jenis dan dosis obat yang sesuai. Jenis dan dosis yang tidak sesuai berpotensi besar menimbulkan efek samping.

Selain obat-obatan, insulin tambahan dapat diberikan dokter dengan cara disuntik. Terapi ini dapat digunakan ketika pengobatan lain tidak efektif. Insulin tersedia dalam aneka jenis, dan masing-masingnya bekerja dengan cara yang berbeda. Diskusikan dengan dokter mengenai jenis-jenis insulin suntik.

Operasi Bariatrik

Berat badan berlebih menjadi salah satu faktor yang diduga menyebabkan diabetes tipe 2. Operasi bariatrik berfungsi untuk menurunkan berat badan dengan mengubah bentuk saluran pencernaan agar banyak makanan yang dikonsumsi dapat dibatasi dan nutrisi yang terserap dapat berkurang.

Terakhir diperbarui: 9 November 2018
Ditinjau oleh: dr. Tjin Willy